July 10, 2011

Mencoba Mendeskripsikan

Suatu masa yang..
hiruk dan sibuk
diisi rasa bersalah
bodoh
tidak berguna
terkesima.. menggetarkan
meragukan.

Sebuah tempat yang..
spesial
tak tersentuh bias mentari
dingin dalam segala arti
penuh dengungan
ketukan lembut di papan
derit kursi
teriring gemeretak tuts.

Orang-orang yang..
menakutkan
memeluk lututnya
menyilangkan kaki, tertawa
menatap dingin
menonton sesuatu
mempertanyakan dan mengapi-api
merasa bodoh, frustasi.

Sesuatu yang membuat saya tergoda untuk mengajukan
sebuah doa yang mustahil kepada Tuhan
dan menjelma.. menjadi.

Tidak, saya tidak ingin mengulang masa-masa penuh tekanan dari segala arah itu. Mengenangnya pun bukan hal yang menyenangkan, malah terasa agak.. menyesakkan. Tapi saya sangat mensyukurinya. Memori ini amat berharga dan penting.

Masa itu seperti amat lekat. Seperti lintah yang menggigit. Jari saya terasa mendesir saat kenangan ini mengisap-isap. Walau begitu, bagi saya yang jarang menemui lintah melahap darah dengan rakus, rasa ini cukup menarik. Ada keinginan untuk membiarkannya tetap di sana. Tapi lama-lama saya bisa mati kan?

Ah, entahlah harus saya apakan....

2 commentaire:

you've read my words, now leave me some of yours!