A big question, that is. It's not that I have no dreams to pursue. It's just that my dreams is quite different from the others. I can imagine my future vividly, perfect. Actually that's what makes me so scared to take a further step, cause I'm sure one wrong decision can destroy that future of mine completely.
This is one of my dreams..
look at me!
I'm lost! Help!
be different
Those are Milo Cereals, Menthos, and Blaster. They look cute together. ^^
For this dream, I was inspired by this blog titled For the Love of Baking. Check it, you'll see why I love it.
Aku masih kecil, masih SD, saat aku tersadar bahwa ada peri di rumahku. Piring yang kemarin malam tidak aku cuci sudah bertengger di rak dengan rapi. Handuk yang tadi pagi aku telantarkan di atas tempat tidur sudah berada di tempat yang seharusnya saat aku pulang sekolah. Ini semua.. pasti perbuatan peri. Dan aku tahu persis siapa periku itu. Jadi dengan sedikit menggoda aku bilang, "Wah ada peri yang ngembalikan handukku!" dan peri itu tersenyum.
Kami sering memulai pagi dengan buruk, saat peri ngomel-ngomel karena aku hampir terlambat karena bangun kesiangan, belum merapikan buku, belum menyetrika baju, dan lupa di mana ikat pinggangku. Tapi toh dia tetap mengantarku, ngebut. Walaupun aku sering tertidur di atas sepeda motor dan membahayakan kami berdua, saat sampai sekolah diaakan selalu bilang, "Ati-ati!" Lalu saat aku pulang malam dan menaruh tasku di atas sofa, peri tidak pernah marah. Yang dia bilang cuma "Kok baru pulang?" dan dia tersenyum. Biasanya aku cuma menjawab sekenanya karena kelelahan. Padahal, aku tahu siapa yang seharusnya lebih lelah.
Orang yang harus bangun lebih pagi untuk mengantar aku ke sekolah, padahal dia seharusnya masuk kerja jam delapan lebih. Yang lalu siangnya dia habiskan untuk mengajar. Sore adalah waktunya pulang tapi bukan berarti istirahat. Pekerjaan rumah yang tidak pernah sempat dikerjakan oleh anak-anaknya ini harus dibereskan.
Mungkin dia bisa saja memilih untuk tidak ambil pusing, membiarkan semuanya sampai puncak. Sampai tidak ada baju bersih, sampai tidak ada piring bersih, tidak ada makanan di rumah. Tapi sudah aku bilang, dia ini peri. Peri tidak akan bisa menahan diri untuk melakukan hal-hal baik.
Seperti tentang kamarku, yang sudah sebegitu berantakannya tapi tidak menggangguku sama sekali. Justru dia yang terganggu. Setelah beberapa lama membiarkan, suatu hari aku akan mendapatkan kamarku bersih. Buku-buku ditumpuk semuanya di atas meja. Ah kenapa dia tidak bisa tahan ya?
Peri, ingat Beauty and The Beast? Dulu waktu kecil aku selalu minta dibacakan sebelum tidur. Peri biasanya sudah terlalu ngantuk untuk membawakan Bella, Si Buruk Rupa, dan Maurice ke dalam imajiku. Dengan sedikit trik, dia melewati bagian yang menyebutkan Mrs. Pott, Lumiere, dan Cogsworth. Tapi aku sudah hafal isi buku itu di luar kepala. Jadi dengan polos aku mengingatkan periku bahwa dia melewatkan halaman ini.
Ah, ibu peri. Kamu pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan tentang 'kreatifitas peri', bahwa hal itu adalah 'sumber kekecewaan'. Maaf..
Periku baru saja ulang tahun. Aku tidak suka mengingat-ingat umurnya. Kenapa dia tidak bisa menungguku sedikit saja? Supaya kita bisa lebih dekat, dan aku bisa melakukan banyak hal, sebelum dia... ..........
Pelajar putih-abu-abu jaman sekarang ini sering sekali merasa kurang dalam masalah finansial. Tapi karena sudah lumayan besar, mereka jadi malluu kalau mau minta tambah ke orang tua. Udah ngabisin uang tok, ulangan remidi terus, setiap hari pulang malem (ups, curhat --'').
Karena terus menerus terjepit oleh 'butuh uang' dan 'harga diri', maka sebagian dari mereka menemukan cara-cara untuk mendapatkan kebutuhan tanpa melukai harga diri. Yak, dengan usaha sendiri. Misalnya ini ada yang ikut tianshi (Odit), jualan Oriflame (mamim, Renno, Bayu.. sopo maneh yo?), tempat ngutang beli pulsa (Gita), dan lainnya.
Aku?
Aku cari uang dari lomba, huahahaha.
Hape yang sekarang ini, aku bisa beli ya gara-gara lomba. Terus utang-utang buat keperluan LDKMS V itu ya lunas karena lomba. Saya bersyukur lah, alhamdulillah.. aku bisa dapat uang dari jalur ini. Sampe Ghif pernah bilang gini, "Kayaknya kita ini menang karena Tuhan sayang sama kamu deh Rai. Dia tau banget kamu butuh uang."
Ya Allah, terima kasih ya Allah :)
Oiya, ini aku pajang tulisannya Ririe Rachmania (best journalist! :D) yang dia post buat journalist blog competition-nya detEksi. Aku suka banget tulisan ini, karena sangat pas, sangat representatif, sesuai dengan yang sebenarnya. Gak kayak yang di Jawa Pos waktu itu, jijik pek kutipannya --'' udah gitu yang ditulis gak sesuai lagi. Namaku jugak jadi aVina grrr.... T_T
November 18th 2009, is a day which makes really nervous for finalist OZ detEksi challenge. They are from SMA Gloria, SMAN 2 Sidoarjo, SMA St. Louis 1 and SMAN 5 Surabaya. SMA Gloria be the winner and 2nd place was reached by SMAN 5 Surabaya. SMALA aren’t disappointed because if they got 1st place it is worth with their effort. They said that they are very pleased because they’ve got 2nd place.
18 November 2009, menjadi hari yang paling menegangkan bagi finalis OZ detEksi Challenge. Keempat finalis tersebut ialah SMA Gloria, SMAN 2 Sidoarjo, SMA St Louis 1, dan SMAN 5 Surabaya. Final OZ berlangsung sangat meriah dan menegangkan, kejar-mengejar skor pun terjadi. Sempat diwarnai matinya lampu dari bel SMA Gloria Surabaya, ternyata mengantarkan SMA Gloria menjadi juara dan berangkat ke Adelaide.
1st place pun diraih oleh SMA Gloria dengan mulus. Sebelum pertanyaan berakhir, SMA Gloria sudah dipastikan menang dengan skor 315 . Untuk 2nd place diraih oleh SMA Negeri 5 Surabaya dengan skor 220 dan 3rd place diduduki oleh SMA St. Louis dengan skor 215.
Salah satu pendukung SMALA (julukan SMAN 5 Surabaya), Silvia Setyaningtyas pun menangis ketika mengetahui sekolahnya kalah. “Beberapa kali aku ikut lomba, SMALA udah 4 kali kalah dengan SMA Gloria. Sakit, kalo kita kembali kalah dengan SMA Gloria” Ujarnya dengan menangis tersedu-sedu.
Tim OZ SMAN 5 sendiri, keluar dari backstage dengan tersenyum bahagia dan tertawa lepas. Afina Raida Vinci, salah satu anggota dari tim SMAN 5 mengatakan, “Nggak nyangka lho dapet 2nd place. Lumayan, dapet duit… bisa bayar hutang… hehe…” Ujarnya.
Tim SMAN 5 sendiri, tidak terlarut dalam kesedihan karena mereka tidak bisa mendapat kesempatan homestay selama 3 minggu di Adelaide. “Kami sih pengen, tapi kok tidak sesuai dengan perjuangan kita. Kita awalnya hanya ingin coba aja, tapi dari kitanya sendiri kok ngga serius buat belajar dan usaha jadi kita emang nggak pantas jadi juara satu. Jadi kita satu-satunya yang kalah tapi tidak menangis” Ujar M.Ghifari yang juga anggota tim OZ SMAN 5 Surabaya.
“OZ tahun ini pertama kalinya buat SMALA masuk final jadi buat kami ini menjadi pengalaman yang luar biasa dan usaha yang terbaik kami persembahkan untuk SMALA” kata Abbiyan Rizaldi dengan tersenyum bangga dan semangat. Kekalahan bukan untuk ditangisi, tapi untuk dimaknai dan dipelajari seperti yang dilakukan oleh tim SMAN 5 Surabaya.
Dulu pas SD ada temen yang punya sajak ini di bindernya..
Jerawat oh jerawat engkau tumbuh di jidat setiap hari kurawat namun malah menggawat
Saat naik pesawat jerawatku kecantol kawat sampai dibawa ke Unit Gawat Darurat. Kata juru rawat, ku dilarang makan donat takut tambah semburat
Jerawat oh jerawat engkau bikin melarat setiap hari beli obat hampir habis satu milyard
Waktu hari Jumat hujan turun sangat lebat Jerawatku disambar kilat akhirnya muncrat-muncrat
Jerawat oh jerawat kucari obat dari timur sampai barat akhirnya kutemukan Dokter Dayat beliau juga seorang aparat Jerawatku bisa sehat dengan cara digranat
yang bagian 'muncrat-muncrat' itu agak gimanaa gitu, hiiy --''
Pesan moral: kalau punya jerawat nggak usah stress sampai mau menggranat wajah.
Read More...
Pertama kali dengar cerita ini dari acaranya HardRock FM pas Senin malam. "A night to remember" mungkin nama acaranya.. atau "something to remember"? Halah pokoknya acara Senin malamnya HardRock. Dibaca ya, jangan dijilat. Terus setelah selesai, beritahu pendapat Anda tentang cerita ini.
Suatu hari berlangsung perlombaan tamiya. Beberapa anak laki-laki mengerumuni sirkuit untuk menyaksikan tamiyanya beraksi. Tepat sebelum lomba dimulai, seorang anak berseru, "Ah, tunggu dulu!" Saat ditanyai ada apa, dia menjawab, "Aku mau berdoa dulu."
Nah maka dia berdoa.. cukup lama juga. Matanya tertutup dan dahinya berkerut, begitu serius dengan doanya. Beberapa saat kemudian akhirnya, "Sudah." Dan lomba pun berlangsung.
Ternyata tamiya anak itu melesat cepat dan menjadi juara 1. Dia mendapat ucapan selamat dari MC, kemudian ditanyai, "Aku tadi melihat kamu berdoa sangat serius. Pasti kamu berdoa agar menang ya? Dan sekarang kamu benar-benar menang!" "Tidak," kata anak itu, "Aku tidak berdoa agar menang, karena itu berarti aku berdoa agar teman-temanku yang lain kalah." "Oh. Lalu apa yang tadi kamu sampaikan dalam doa?" tanya MC. Anak itu terdiam sebentar sebelum menjawab, "Aku meminta Tuhan untuk memberiku kekuatan agar aku tidak menangis kalau aku kalah."
Nah nah, gimana? Apakah anak itu benar? Apakah kita tidak seharusnya meminta kemenangan karena itu berarti meminta saudara kita yang lain kalah?
Read More...
Pukul sepuluh pagi aku berdiri, berjalan dan lalu berlari, di bawah sinar mentari.
Panasnya menusuk kulitku, dan menyilaukan mataku, namun tenang menembus hatiku.
Hangat, ketika aku meraba-raba keagunganNya. Ingin ku peluk dunia, karyaNya, ciptaanNya, Ingin ku utarakan semua Biar dunia tahu, aku di sini sebagai makhlukNya!
Aku berdiri, berjalan, dan lalu berlari, di bawah sinar mentari pukul sepuluh pagi. Mengamati dunia, dan mengucap syukur padaNya.
Pernahkan kalian berpikir bahwa bakteri dan mikroorganisme itu lucu?
Kalau enggak, coba liat dulu microbes theater ini :D
Ah, lucunyaa ^^
Dua video itu adalah bagian dari "Moyashimon" atau Tales of Agriculture, sebuah serial anime yang diadaptasi dari manga, bercerita tentang seorang mahasiswa jurusan pertanian yang punya kemampuan unik bisa melihat mikroorganisme! Wheow!!
Waktu ngeliat serialnya, tiba-tiba aku jadi pingin masuk pertanian. (Tapi itu cuma keinginan sesaat kok. :p) Kalo di sekolah Biologinya diajarin dengan cara seperti ini asik pek! Pasti nggak bosen.
Dibuat tahun 2008, ini adalah hasil pengamatan kepada beberapa kawan dan orang yang sedang agak bermasalah dan frustasi.. Mengenai masalah paling heboh yang biasanya sering menyita perhatian terlalu besar..
AKU
Aku, Aku yang selalu ada di sisimu Aku yang menemanimu, mengagumimu, menyayangimu.
Aku yang berikan seluruh hatiku untukmu, untuk mencintaimu, untuk kau khianati, untuk kau sakiti.
Aku yang ingin bahagiakanmu, dengan sepenuh hatiku, dengan sepenuh jiwaku, hingga akhir hidupku.
Itu aku.
AKU!
Bukan dia..
wuik.. medeni --' Jangan seperti itu ya!
Read More...
Ray is attracted to food.
She loves cooking, baking, and doing culinary-photography. However, she's not very good at it. She always ends up making food-fiasco.. --''